
Musi Banyuasin, 14 Januari 2025 – Gangguan ekosistem di dalam kawasan konservasi bisa datang dari berbagai hal, salah satunya dari tumbuhnya tanaman eksotis berpotensi invasif, yaitu tanaman sawit. Tanaman sawit merupakan tanaman yang digunakan dalam usaha pertanian komersial untuk memproduksi minyak kelapa sawit. Jika dibiarkan tumbuh di dalam kawasan konservasi, tanaman ini dapat mengganggu kesimbangan ekosistem secara perlahan tapi pasti.
Kawasan konservasi memiliki peran penting sebagai habitat satwa liar dan penyangga kehidupan. Namun beberapa tahun terakhir, penyebaran tanaman sawit menjadi tantangan serius karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman asli dan mengurangi kualitas hidup satwa liar di dalam kawasan konservasi.
Sebagai upaya pengendalian, Tim BKSDA Sumsel yang terdiri dari personel gabungan Seksi dan Resor Lingkup Seksi KSDA Wilayah I, serta melibatkan mitra konservasi dan masyarakat di sekitar kawasan SM Dangku melakukan patroli eradikasi dalam rangka pengendalian jenis tanaman eksotis berpotensi invasif. Kegiatan yang dilakukan berupa pemusnahan tanaman sawit baru dan perubuhan pondok illegal yang dilakukan secara berkala sejak Juli hingga Desember 2025.
Selama periode patroli tersebut, tim berhasil mengendalikan penyebaran jenis tanaman invasif di sejumlah grid dengan luasan bukaan eradikasi mencapai 25,57 ha, pemusnahan tanaman sawit sejumlah 2.405 batang, dan perubuhan pondok illegal sejumlah 9 unit. Diharapkan melalui upaya ini, akan berdampak pada terbukanya kembali ruang tumbuh bagi tanaman asli dan meningkatkan kualitas hidup bagi habitat satwa liar di kawasan SM Dangku.
Ditulis oleh
Admin BKSDA
Kontributor

